Riyadhoh Hafidz · Hafidzah · Bilhifdzi · Edisi 2026

Ketenangandalam 41 Hari.

Riyadhoh khusus para hafidz & hafidzah Quran 30 juz bilhifdzi—41 hari tirakat bersama, khotmil Quran berjamaah, dan tasmi 30 juz bilghoib yang disima oleh alumni Haramain. Tiga gelombang per tahun, kuota sembilan jamaah, dipuncaki ziyarah Haramain di gelombang Rajab.

41
Hari Riyadhoh
09
Hafidz · Hafidzah
03
Gelombang/Tahun
Filosofi Program

Sebuah jeda yang
dilakoni dengan tertib.

Riyadhoh Quran tidak menjanjikan jawaban instan. Ia menawarkan ruang—empat puluh satu hari yang dijaga, untuk para hafidz dan hafidzah kembali kepada yang esensial: bacaan Quran bilghoib, tasmi yang tertib, dan kesadaran akan langkah sendiri.

“Riyadhoh bukan latihan menahan, melainkan latihan menghadirkan.”

— Cak Gugus Joko Waskito

  1. 01

    Puasa 41 Hari

    Puasa sunnah yang dirangkai dengan tirakat ringan—bukan beban, tetapi ritme yang menertibkan hati dan tubuh.

  2. 02

    Khotmil Quran Harian

    Satu khataman bilghoib setiap hari—dibaca dan disimak bersama oleh seluruh jamaah hafidz/hafidzah dalam halaqah yang tertib.

  3. 03

    Tasmi 30 Juz Bilghoib

    Mulai hari ke-30, setiap peserta mentasmi 30 juz bilghoib—disima oleh para alumni Haramain sebagai pengukuh hafalan.

  4. 04

    Ziyarah Haramain

    Gelombang Rajab dipuncaki dengan ziyarah ke Makkah dan Madinah—jalan masuk menuju riyadhoh tanah suci.

Surah Al-‘Ankabūt · 29 : 49

Halaman terbuka—tertib seperti tasmi.

٤٩
Sūratul ‘Ankabūt
Al-‘Ankabūt29 : 49

Sebenarnya, ia adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang dianugerahi ilmu. Tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang zalim.

Sampul depan mushaf — kaligrafi al-Qur’ān al-Karīm
Sampul belakang mushaf — ornamen tengah berlian

Surah Al-‘Ankabūt, ayat 49

بَل هُوَ آياتٌ بَيِّناتٌ في صُدورِ الَّذينَ أوتُوا العِلمَ وَما يَجحَدُ بِآياتِنا إِلَّا الظّالِمونَ

Sebenarnya, ia adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang dianugerahi ilmu. Tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang zalim.

Profil Mursyid
H. Gugus Joko Waskito (Cak Gugus)
Mursyid Program
H. Gugus Joko Waskito
Mojosari, 11 Maret 1978
Potret · Riyadhoh Quran№ 02

Akrab dengan ritme pesantren & pemerintahan.

Bilhifdzi adalah cara beliau menghormati Quran—pelan, tertib, dijaga.

H. Gugus Joko Waskito—akrab disapa Cak Gugus—lahir di Dusun Belahan, Desa Randubango, Mojosari, Mojokerto, pada 11 Maret 1978. Putra kelima dari pasangan alm. H. Nur Amin dan almh. Hj. Nur Aini. Saat ini sedang menyelesaikan pendidikan S3 di IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) jurusan Ilmu Pemerintahan.

Pendidikan dasar dan menengahnya ditempuh di Mojokerto—MI Taufiqul Hidayah Randubango, SMPN 1 Mojosari, dan SMA Negeri 1 Sooko. Pernah ngaji diniyah di Ponpes Hidayatul Muttaqien, Ponpes Darul Hikmah Mojosari, serta Ponpes Tahfidzul Qur'an Sunan Pandanaran Yogyakarta.

Mempersunting Hj. Atiqoti Minarika SQ, M.Ag.—guru madrasah asal Paciran, Lamongan, alumni Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ)—dan dikaruniai tiga putra-putri. Aktif di PP JQH NU (Wakil Bendahara) dan PP ISNU. Pernah menjadi Tenaga Ahli DPR RI dan Staf Khusus Menteri Agama RI (2016–2019).

“Riyadhoh ini bukan ajang adu kuat. Ia ladang menertibkan niat—agar yang kita hafal benar-benar tinggal di hati.”
Cak Gugus Joko Waskito
Riwayat Pekerjaan
  • 2013–2016DPR RITenaga Ahli
  • 2016–2019Kementerian Agama RIStaf Khusus Menteri Agama
Riwayat Organisasi
  • 2016–2021DPP PPPWakil Sekretaris Jenderal
  • 2019–2022PP IPNUDewan Pembina
  • SekarangPP JQH NUWakil Bendahara
  • SekarangPP ISNUPengurus
Tiga Gelombang Tahunan

Tiga gelombang per tahun.
Sembilan hafidz/hafidzah per gelombang.

Riyadhoh ini bersifat bilhifdzi—terbuka untuk hafidz maupun hafidzah yang telah hafal 30 juz di luar kepala. Setiap gelombang dibatasi sembilan jamaah agar pendampingan dan tasmi berjalan tertib. Gelombang Rajab dipuncaki dengan ziyarah Haramain.

  • Riyadhoh penuh 41 hari di tanah air—tirakat bersama, khotmil Quran berjamaah setiap hari, serta pendalaman tasmi 30 juz bilghoib pada hari ke-30 ke atas, disima oleh alumni Haramain.

10
Gelombang Berjalan · #10

Gubug pinggir sawah, Mojosari, Mojokerto.

Saat ini riyadhoh gelombang ke-10 sedang berlangsung di sebuah gubug di pinggir sawah, Mojosari, Mojokerto—hening, sederhana, cukup untuk sembilan hafidz/hafidzah menempuh 41 hari secara tertib.

Persyaratan

Khusus hafidz & hafidzah 30 juz bilhifdzi.

  • 01Hafidz atau hafidzah Quran 30 juz bilhifdzi—bukan binnadzor.
  • 02Mental, fisik, dan sosial yang baik agar proses riyadhoh berjalan ringan.
  • 03Bersedia menjalani tasmi 30 juz bilghoib per orang pada hari ke-30 ke atas, disima oleh alumni Haramain.
  • 04Berkomitmen mengikuti 41 hari riyadhoh tanpa terputus.
  • 05Bibit unggul—diharapkan menjadi penjaga hafalan dan teladan setelah program.
Fasilitas Disiapkan
  • Tempat tinggal selama 41 hari di lokasi riyadhoh.
  • Konsumsi tiga waktu—makan, minum, dan kebutuhan harian.
  • Kasur, perlengkapan tidur, dan kebutuhan pokok harian.
  • Pendampingan musyrif & alumni Haramain untuk simaan tasmi.

Pendaftaran resmi gelombang berikutnya dibuka secara terbatas. Bergabunglah di daftar tunggu untuk mendapat informasi prioritas.

Itinerary 41 Hari

ٱلْأَرْبَعُونَ يَوْمًا

Empat puluh satu hari
yang dijaga.

Bukan rangkaian acara—melainkan ritme yang ditertibkan. Berikut jalan yang sembilan hafidz/hafidzah tempuh, dari hari pertama sampai ziyarah Haramain.

  1. Hari Pertama

    يَوْمُ ٱلْإِسْتِقْبَال

    Pembukaan & Niat

    Sembilan hafidz/hafidzah tiba di lokasi riyadhoh. Pembukaan dengan tawassul, mujahadah, dan penegasan niat. Halaqah pertama: tartib bacaan dan kesepakatan adab.

  2. Hari Ketujuh

    تَثْبِيتُ ٱلْإِيقَاع

    Tubuh Mulai Tertib

    Pola puasa dan tidur mulai stabil. Khotmil Quran harian berjamaah berjalan tanpa terputus—satu khataman bilghoib disimak bersama setiap hari.

  3. Dua Pekan

    نِصْفُ ٱلطَّرِيق

    Pendalaman Hafalan

    Murajaah pribadi diintensifkan. Tiap peserta menyiapkan diri untuk tasmi 30 juz bilghoib yang akan dimulai pada akhir pekan keempat.

  4. Hari Ketiga Puluh

    بِدَايَةُ ٱلتَّسْمِيع

    Tasmi 30 Juz Bilghoib

    Setiap peserta mulai mentasmi 30 juz bilghoib—disima oleh para alumni Haramain. Bagian paling menentukan: di sinilah kekuatan hafalan diteguhkan.

  5. Penutupan

    خِتَامُ ٱلرِّيَاضَة

    Khotmil Quran Akbar

    Khotmil Quran terakhir dibaca berjamaah, ditutup doa khotmil dan ijazah simbolik. Mereka yang menuntaskan tasmi memenuhi syarat menuju gelombang Rajab.

  6. Gelombang Rajab

    زِيَارَةُ ٱلْحَرَمَيْن

    Ziyarah Haramain

    Para hafidz dan hafidzah pilihan berangkat ke Makkah dan Madinah—jalan masuk menuju riyadhoh tanah suci. Penutup yang khidmat untuk perjalanan satu tahun penuh.

Ritme Harian Riyadhoh

Ritme Harian
01 · Subuh
04:30
وَقْتُ ٱلْفَجْر

Niatkan kembali setiap fajar.

Bangun sebelum azan. Wudhu, sholat berjamaah, lalu tegakkan niat tirakat hari ini—satu hari saja, tidak perlu menjangkau empat puluh satu sekaligus. Tubuh yang dibangunkan oleh Quran lebih ringan menempuh hari.

01
02
03
04
05
06
Sanad & Kekhidmatan

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا

Garis keilmuan
yang tertib.

Riyadhoh ini berdiri di atas sanad—berakar pada tradisi tahfiz Krapyak yang dirintis Mbah KH M. Munawwir, lalu diteruskan oleh pesantren dan kekhidmatan publik. Tasmi 30 juz bilghoib pun disima oleh para alumni Haramain agar bacaan dan hafalan tetap tersambung pada garis yang sahih.

Sanad Riyadhoh iniشَيْخُ ٱلْمَقَارِئ

KH Muhammad MunawwirKrapyak, Yogyakarta

Syaikhul Maqāri' fi Nusantara · 1870 — 1942

Pelopor tradisi tahfiz Al-Qur'an di Jawa. Dua puluh satu tahun bermukim di Haramain mendalami Al-Qur'an, qiraat, dan tafsir; pulang pada 1911 mendirikan Pondok Pesantren Krapyak yang menjadi pusat pembelajaran Al-Qur'an paling berpengaruh abad ke-20. Sanad tahfizhnya tersambung dari Syekh Yusuf Hajar hingga para sahabat Nabi ﷺ.

  • 1870Lahir di Kauman, Yogyakarta
  • PesantrenBangkalan (KH Maksum) · Kanggotan · Watucongol
  • 1888 — 190921 tahun di Haramain — 16 tahun Mekkah, 5 tahun Madinah
  • SanadTahfiz qiraat 'Ashim riwayat Hafs lewat Syekh Yusuf Hajar—sambung hingga sahabat Nabi
  • Qiraat Sab'ahUlama Jawa pertama yang menguasai qiraat tujuh secara komprehensif
  • 1911Mendirikan Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta
  • 1942Wafat 11 Jumadil Akhir 1360 H · 6 Juli 1942

Murid-muridnya tersebar—antara lain KH Arwani Amin (Kudus), KH Badawi (Kaliwungu), KH Ahmad Umar (Mangkuyudan), KH Muntaha (Kalibeber), dan KH Munawwir Tegalarum (Kertosono)—membentuk ekosistem pesantren Al-Qur'an Nusantara hingga hari ini.

Pesan Guru
“Pok pok'e ndungo iku riyadhoh Quran patang puluh dino ng Makkah.”

Pesan guru Cak Gugus: pokok-pokoknya doa adalah riyadhoh Quran empat puluh hari di Makkah. Puncak permohonan ada saat riyadhoh Quran—karena wiridan tiap harinya adalah ayat-ayat Quran itu sendiri. Dari pesan inilah Riyadhoh Quran ini dilahirkan, meneruskan tradisi Krapyak yang berakar pada sanad Mbah Munawwir.

Mursyid Program — Cak Gugus Joko Waskito

Pendidikan, kekhidmatan negara, dan amanah organisasi yang membentuk cara beliau menggembala riyadhoh ini.

Pendidikan

ٱلتَّعْلِيم
  • PesantrenPonpes Hidayatul Muttaqien, Mojosari
  • PesantrenPonpes Darul Hikmah, Mojosari
  • PesantrenPonpes Tahfidzul Qur'an Sunan Pandanaran, Yogyakarta
  • Studi LanjutS3 Ilmu Pemerintahan — IPDN (sedang berjalan)

Kekhidmatan Negara

ٱلْخِدْمَةُ ٱلْعَامَّة
  • 2013 — 2016Tenaga Ahli — DPR RI
  • 2016 — 2019Staf Khusus — Kementerian Agama RI

Organisasi

ٱلتَّنْظِيم
  • AktifWakil Bendahara — PP JQH NU
  • AktifPengurus Pusat — ISNU
  • 2016 — 2021Wakil Sekretaris Jenderal — DPP PPP
  • 2019 — 2022Dewan Pembina — PP IPNU
Penyimak Tasmi

Tasmi 30 juz bilghoib disimak oleh alumni Haramain—para penghafal yang telah lulus simaan di Makkah dan Madinah.

Setiap hafidz dan hafidzah disima penuh dari Juz 1 hingga Juz 30, tanpa jeda yang memutus. Tujuannya bukan ujian—melainkan peneguhan agar hafalan kuat untuk menghadapi riyadhoh tanah suci.

Khazanah Harian

Catatan harian, doa, dan
arsip yang terjaga.

Pusat sumber daya untuk peserta dan alumni: rekaman halaqah, kompilasi doa, serta jurnal harian Riyadhoh. Dirancang ringkas, dapat diakses kapan saja.

Halaqah Subuh
№ 01
Halaqah Subuh
Pertemuan harian sebelum fajar.
Mushaf Riyadhoh
№ 02
Mushaf Riyadhoh
Mushaf cetakan terbatas, dibagikan kepada peserta.
Tafakur Senja
№ 03
Tafakur Senja
Sesi tafakur bersama pada pekan ke-empat.
Doa Khotmil Quran · Versi Kudus

Doa khataman yang lazim dibaca para huffadz Nusantara.

Disampaikan utuh dengan teks Arab dan terjemahan—dapat dibaca kapan saja, di mana saja.

Baca Selengkapnya

اَللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالْقُرْآنِ، وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًى وَرَحْمَةً

Ya Allah, sayangi kami melalui Al-Qur’an. Jadikanlah ia imam, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagi kami.

Mushaf Kudus

Tanya Jawab

ٱلْأَسْئِلَةُ ٱلْمُتَكَرِّرَة

Hal-hal yang
sering ditanyakan.

Jika belum terjawab di sini, sekretariat siap dihubungi langsung. Kami percaya jawaban paling tepat datang dari percakapan, bukan halaman.

  • Program ini terbuka untuk hafidz dan hafidzah Quran 30 juz bilhifdzi—di luar kepala, bukan binnadzor. Diharapkan memiliki mental, fisik, dan sosial yang baik agar proses 41 hari riyadhoh berjalan ringan.

Daftar Tunggu · Fase 02

Pendaftaran resmi
segera dibuka.

Tinggalkan nama dan nomor WhatsApp Anda. Kami akan menghubungi Anda secara pribadi saat gelombang berikutnya membuka kuota untuk para hafidz/hafidzah bilhifdzi.

Tidak ada spam. Anda dapat berhenti kapan saja.